Showing posts with label stks sejarah. Show all posts
Showing posts with label stks sejarah. Show all posts
0 komentar

PANCASATYA


PANCASATYA WARGA
SANGGAR TARI KEMBANG SORE


Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Berjiwa Pancasila serta menjunjung tinggi budaya bangsa

Supel dalam  mengimbangi perkembangan kebudayaan serta menjunjung tinggi etika seni

Sopan dalam bertindak

Setia kawan dalam usaha pendalaman seni

5 komentar

Profil Drs. Untung Mulyono, M. Hum | Tentang Untung Muljono | STKS & Drs Untung Muljono, M. Hum

Siapakah Untung Muljono

Profil Drs. Untung Mulyono, M. Hum | Tentang Untung Muljono | STKS & Drs Untung Muljono, M. Hum -Drs. Untung Muljono, M.Hum. adalah putra dari pasangan Karsowiryo dan Mustini yang lahir pada tanggal 19 Februari 1957 di desa Batangsaren, Kecamatan Kauman Kalangbret, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Ia putra ke-5 dari 8 bersaudara keluarga Wiryo. Ketika jaman Belanda, orang tuanya cukup dikenal sebagai seorang seniman ketoprak di wilayah Tulungagung. Namun karena perjuangannya di bidang ekonomi cukup berat, mengakibatkan ciita-cita itu kandas. Untung Muljono yang dimasa kecilnya selalu dihimpit dengan suasana keprihatinan, ternyata mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi. Awalnya ia belajar seni secara otodidak dari warisan keluarga seni. Kemudian ketika di bangku SMP ia belajar menari dengan seorang guru tari dari Yogyakarta yaitu Bapak Madyo bersama teman-temannya. Setelah sang guru akhirnya harus kembali ke Yogyakarta, ternyata Untung mulai tumbuh kedewasaan seninya, mulai menggantikan sang guru melatih teman-temannya.

0 komentar

Sejarah Sanggar Tari Kembang Sore


Sanggar Tari Kembang Sore pada awalnya hanyalah merupakan sekelompok anak-anak SMP Kalangbret Tulungagung dibawah bimbingan seorang wanita yang dianggap sesepuh dan orang tua angkat anak-anak tersebut. Tokoh wanita itu adalah Ibu Suhartiyah. Sejak didirikan kelompok itu beliau bergerak dalam seni tari dan karawitan. Dibawah pimpinan Untung Muljono, mereka mulai mencoba menggarap sebuah sendratari dengan judul Kembang Sore, yang dipentaskan disebuah forum perpisahan. Pementasan yang didukung oleh 50 orang penari itu membuahkan hasil yang memuaskan, bahkan dapat dikatakan sukses. Bagi Untung Muljono sendiri pementasan itu merupakan awal kegemilangan seorang penari dan sekaligus penata tari muda.
Setelah mereka lulus SMP, kegiatan seni tari yang Untung pimpin semakin berkembang. Bahkan banyak dari mereka adalah anak-anak TK dan SD yang ikut bergabung dalam kegiatan seni tari tersebut. Adapun seni tari yang diajarkan adalah hasil kreasi dari Untung Muljono dan adiknya Wardoko.

0 komentar

ST-Kembang Sore I Untung Mulyono dan STKS


Untung Mulyono, dosen ISI Yogyakarta, pimpinan Sanggar Tari “Kembang Sore” tergolong sanggar tari yang paling eksis. Sanggar ini mendidik anak-anak sekolah mulai dari usia dini hingga remaja. Pementasan juga sering dilakukan. Sanggar ini sebetulnya berpusat di Yogyakarta, sesuai dengan domisili Untung selaku dosen ISI, namun yang di Yogyakarta hanya melakukan produksi pementasan, tidak mendidik anak-anak. Nama “Kembang Sore” memang menjadi ikon kota Tulungagung, karena bersumber dari legenda Rara Kembangsore, yang merupakan cikal bakal pertumbuhan kota Tulungagung.

0 komentar

st-kembangsore I Sejarah STKS


Sejarah Sanggar Tari Kembang Sore


Sanggar Tari Kembang Sore pada awalnya hanyalah merupakan sekelompok anak-anak SMP Kalangbret Tulungagung dibawah bimbingan seorang wanita yang dianggap sesepuh dan orang tua angkat anak-anak tersebut. Tokoh wanita itu adalah Ibu Suhartiyah. Sejak didirikan kelompok itu beliau bergerak dalam seni tari dan karawitan.
Dibawah pimpinan Untung Muljono, mereka mulai mencoba menggarap sebuah sendratari dengan judul Kembang Sore, yang dipentaskan disebuah forum perpisahan. Pementasan yang didukung oleh 50 orang penari itu membuahkan hasil yang memuaskan, bahkan dapat dikatakan sukses. Bagi Untung Muljono sendiri pementasan itu merupakan awal kegemilangan seorang penari dan sekaligus penata tari muda.
Setelah mereka lulus SMP, kegiatan seni tari yang Untung pimpin semakin berkembang. Bahkan banyak dari mereka adalah anak-anak TK dan SD yang ikut bergabung dalam kegiatan seni tari tersebut. Adapun seni tari yang diajarkan adalah hasil kreasi dari Untung Muljono dan adiknya Wardoko.

0 komentar

st-kembangsore I Arti Nama Kembang Sore I logo kembang sore

Arti Nama Kembang Sore



Jika dilihat nama kembang sore hanyalah sebutan biasa yang tidak memiliki keistimewaan tertentu. Tapi sebenarnya nama ini berasal dari salah satu legenda rakyat dari daerah Tulungagung. Kembang Sore adalah tokoh legendaris yang berbau animisme yaitu cerita seorang wanita dari Tulungagung yang tidak pernah menikah.
Tokoh Kembang Sore diangkat karena tokoh tersebut dapat mengilhami karya-karya beliau. Ternyata tokoh Kembang Sore dapat membiayai Untung sampai lulus dari perguruan tinggi dan nama Kembang Sore juga tidak lepas dari seorang figur ibu angkat Untung (Suhartiyah). Jadi nama Kembang Sore tidak lepas dari Untung Muljono.
Untuk lebih jelasnya legenda ini bisa diceritakan kisahnya sebagai berikut:
Pada zaman dahulu terdapatlah sebuah padepokan tempat berguru bernama BUNO ROWO. Padepokan ini letaknya di daerah Jawa Timur yang merupakan bawahan Majapahit.
Padepokan ini mempunyai nama BUNO ROWO karena daerah itu banyak terdapat rawa-rawa. Sang guru yang memimpin padepokan ini memiliki banyak murid. Dari sekian banyak murid itu yang terkenal adalah Kalang, Lembu Peteng, Bedalem, dan Kasan Basari. Diantara murid-murid itu yang termuda adalah Lembu Peteng. Lembu Peteng adalah putra raja Majapahit. Tidaklah mustahil apabila Lembu Peteng merupakan murid yang paling cakap diantara sekian banyak murid. Tiap kali Sang Guru memberikan pelajaran olah kanuragan Lembu Peteng yang lebih dahulu bisa menguasainya.